Kamis, 24 November 2016

JENIS-JENIS ALAT MUSIK MELAYU RIAU





1.      REBANA
Rebana (bahasa Jawa: terbang) adalah gendang berbentuk bundar dan pipih yang merupakan khas suku melayu. Bingkai berbentuk lingkaran terbuat dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. Kesenian di Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura sering memakai rebana bersama gambus digunakan untuk mengiringi tarian zapin. Rebana juga digunakan untuk melantunkan kasidah dan hadroh. Di bumiayu, rebana juga dijadikan sebagai lambang kota tersebut.
Bagi masyarakat Melayu di negeri Pahang, permainan rebana sangat populer, terutamanya di kalangan penduduk di sekitar Sungai Pahang. Tepukan rebana mengiringi lagu-lagu tradisional seperti indong-indong, burung kenek-kenek, dan pelanduk-pelanduk. Di Malaysia, selain rebana berukuran biasa, terdapat juga rebana besar yang diberi nama Rebana Ubi, dimainkannya pada hari-hari raya untuk mempertandingkan bunyi dan irama.
2.      GAMBUS
Gambus adalah salah satu alat musik tradisional dari Riau yang bentuknya mirip dengan gitar, namun memiliki bentuk yang mirip dengan buah labu dibagi dua. Alat musik Gambus merupakan jenis alat musik petik yang memilik jumlah senar antara 3- 12 buah.
Alat  musik petik dari Riau ini dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu melayu atau timur tengah. Sebuah grup musik dengan alat musik gambus sebagai alat musik utama sering dinamakan sebagai orkes gambus.Cara memakai alat musik gambus yaitu dengan dipetik dan sama cara memakainya dengan alat musik gitar.

3.      GENDANG MELAYU
Gendang Melayu merupakan alat musik yang dijadikan sebagai alat musik khas suku Melayu, khususnya di daerah Sumatera Utara Indonesia. Alat musik ini terbuat dari kulit binatang seperti kerbau, kambing atau lembu, dan alat musik ini merupakan salah satu alat musik dalam keluarga genderang.
4.      NAFIRI
Nafiri adalah alat musik tiup yang berasal dari Provinsi Riau. Alat musik tiup yang mirip dengan terompet ini  memiliki fungsi sebagai berikut :
·         Pengiring tarian tradisional, tari Inai, tari Jinugroho dan tari Olang.
·         Sebagai alat musik yang utama di dalam musik robat yang merupakan musik yang dimainkan di lingkungan masyarakat.
·         Sebagai melodi yang digunakan untuk menentukan gerakan-gerakan silat.
·         Untuk penobatan raja-raja ketika Riau masih berbentuk kerajaan-kerajaan serta bangsawan.
·         Tanda terhadap terjadinya peperangan, bencana, dan kematian.
·         Alat yang digunakan sebagai penanda spiritual untuk memanggil dewa, roh, atau arwah nenek moyang.
Selain diperguankan sebagai alat musik tradisional, nafiri juga dipergunakan sebagai alat komunikasi masyarakat melayu, terutama untuk memberitahukan tentang adanya bencana, dan berita tentang kematian. Pada jaman kerajaan dahulu, bahkan nafiri mempunyai fungsi yang sangat penting yaitu dipakai pada acara penobatan raja.
 Terbuat dari kayu yang berukuran 25 sampai 45 centimeter. Antara batang dengan dan tempat tiupnya diberi batas yang terbuat dari tempurung kelapa. Nafiri menggunakan semacam lidah yang terbelah dua terbuat dari daun kelapa yang muda atau ruas bambu yang sudah kering. Lidah tersebutlah yang disebut dengan vibrator yang akan mengeluarkan suara atau bunyi-bunyian. Lubang jari ada tiga buah yang besarnya kira-kira sebesar biji jagung untuk mengatur tinggi rendahnya nada. Pada bagian pangkalnya diberi sambungan berbentuk seperti bujur telur yang terpotong dan berongga untuk membuat volume yang dikeluarkan lebih besar. Musik yang dikeluarkan terdengar seperti meronta-ronta daripada melodi yang jelas untuk didengar
5.      MARWAS
Marwas adalah salah satu alat musik tepuk atau yang sering disebut juga dengan perkusi. Alat musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian dari Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Hal tersebut tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan oleh alat tersebut yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu.
Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin,sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.
Alat Musik ini dimainkan kira - kira sekitar 10 orang. Setiap orang memainkan alat musik tersebut sambil bernyayi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu.
6.      KOMPANG 
Kompang ialah sejenis alat musik tradisional yang paling popular bagi masyarakat Melayu. Ia tergolong dalam kumpulan alat musik gendang. Kulit kompang biasanya diperbuat daripada kulit kambing betina, namun mutakhir ini, kulitnya juga diperbuat dari kulit lembu, kerbau malah getah sintetik.
Pada kebiasaannya, seurat rotan akan diselit dari bahagian belakang antara kulit dan bingkai kayu bertujuan menegangkan permukaan kompang, bertujuan menguatkan bunyi kompang. Kini, gelung plastik turut digunakan.
Terdapat dua bahagian kompang iaitu bahagian muka (ada kulit) dipanggil belulang. manakala, bahagian badan (kayu) dipanggil baluh. Kompang perlu diletakkan penegang atau dipanggil sedak iaitu sejenis rotan yang diletakkan antara belulang dan baluh, sedak ini diletakkan bertujuan untuk menegangkan bahagian belulang dan menyedapkan bunyi kompang apabila dipalu.
Alat musik ini berasal dari dunia Arab dan dipercayai dibawa masuk ke Tanah Melayu sama ada ketika zaman Kesultanan Melaka oleh pedagang India Muslim, atau melalui Jawa pada abad ke-13 oleh pedagang Arab.
Kompang biasanya berukuran enam belas inci ukur lilit dan ditutup dengan kepingan kulit pada sebelah permukaan. Ia mempunyai bukaan cetek dan dimainkan dengan memegang dengan sebelah tangan sementara dipalu dengan sebelah tangan yang lain.

Gambar belakang bahagian kompang. Kelihatan gelung plastik tebal yang digunakan bagi menala bunyi kompang dengan menyelit antara bingkai dan kulit penutup. Pada waktu dahulu, rotan digunakan.
Cara memalu kompang ialah dengan menepuk kulit kompang dengan bahagian jari-jari atau tapak tangan mengikut rentak. Kompang biasanya dimainkan semasa perarakan, kenduri dan upacara-upacara tradisi lain.
Bunyi yang berlainan dihasilkan dengan membezakan cara bukaan tapak tangan. Bunyi 'bum' di perolehi dengan tepukan di sisi kompang dan tapak tangan dikuncup/rapat. Bunyi 'pak' di perolehi dengan tepukan di tengah kompang dengan jari tangan yang terbuka.
Paluan kompang terbahagi kepada 2 bahagian iaitu paluan tradisi dan paluan moden ataupun kreatif. Paluan tradisi adalah paluan di mana memukul kompang sambil menyayi ataupun bersyair dalam versi Arab ataupun bahsa Melayu klasik. Manakala paluan moden pula di mana paluan tersebut diselitkan dengan gerakan ataupun tarian. Di Sabah, pertandingan kompang sering diadakan untuk memartabatkan kembali kesenian Melayu yang telah hampir pupus ini.

CONTOH SURAT LAMARAN KERJA



Kepada Yth,
Pimpinan PT XXX
Jl. XXX
Di
Pekanbaru

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan adanya lowongan pekerjaan di Perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin, saya bermaksud ingin mengajukan lamaran pekerjaan bagian INFORMASI dimana data-data diri saya adalah sebagai berikut:
Nama                                     : Witri, S.Ikom
Tempat, tgl lahir                      : Pekanbaru, 07 Januari 1992
Jenis Kelamin                         : Perempuan
Agama                                   : Islam
Alamat                                   : Jl.XXX
No. Hp                                  : 0812 xxx
Pendidikan Terakhir                : S1 Ilmu Komunikasi
Email                                      : munawarah1995@gmail.com
Posisi                                     : INFORMASI
Sebagai bahan pertimbangan dan perlengkapan persyaratan administratif, berikut saya lampirkan beberapa dokumen data identitas dan dokumen pendukung:
1.      Curriculum Vitae (CV)
2.      Fotocopy Kartu Tanda Penduduk 1 (satu )lembar
3.      Fotocopy Ijazah Terakhir 1 (satu) lembar
4.      Fotocopy Transkip Nilai Sementara 1 (satu) lembar
5.      Pasfoto 4x6 1 (satu) lembar
6.      Fotocopy Sertifikat Magang 1 (satu) lembar
7.      Fotocopy berkas pendukung lainnya 1 (satu) lembar

Demikian Surat Permohonan Kerja ini saya buat berdasarkan kondisi saya yang sesungguhnya. Besar harapan saya untuk dapat diterima di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Pekanbaru, 26 Juli 2016
Hormat saya,



Witri, S.Ikom